welcome

We kindly serve you, find your identity in Indonesia

history

Indonesia has strong historical roots, has a priceless masterpiece

Floating market

The uniqueness is a part of Indonesian life

metropolitan

Indonesia has a magnificent way of life

culinary

have a high culinary taste since antiquity

pray

the source of all sources of life is god

Romantic

the source of all sources of life is god

Kamis, 30 Desember 2010

Visit Indonesia Year 2008 (teaser)

“Atlantis itu ternyata adalah Indonesia…”

Banyak orang kita yang sebal melihat iklan malaysia yang bagus itu, karena banyak hal-hal yang digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak dijumpai di pelbagai wilayah Indonesia dari pada di Malaysia . Yah, kita selalu ‘keduluan’ oleh mereka.
Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang tidak mengenal Indonesia . Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia itu dimana sih…., konon tanya mereka…..
Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan Indonesia akhir-akhir ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong arus sungai dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis.
Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.

Dimana ditemukannya ?
Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!)
Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.
Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata.
prof santos

Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.
Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia , katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini.
Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.
Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK DISINI.
Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.
Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI .
Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World).
Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?
Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.
Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.
Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.
Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.
Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia

gambar1atlatik

gambar2atlatik

Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)
selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. Lihat gambar 1.
Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.
Gunung utama yang disebutkan oleh Santos , yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.
Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau , yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.
Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan.
Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .
Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.
Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia .
Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia . Dataran rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1.
Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.
Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.
Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.
Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…” Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.
Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.
tradisisuci
Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian.
Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.
Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.
Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.
Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.
Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya.
Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!)
Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.
Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus . .. Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.
Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.
Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.
Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia .
Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik.
Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia .
Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain.
Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule , Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.
Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia .
Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’ (KLIK DISINI).
Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia.
Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.
Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun.
Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang Malaysia dan Indonesia ; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.
Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya.
Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.
Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ?
Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?
Coba dong beri pula perhatian yang memadai.
Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.
Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa dilakukan.

Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar, letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.
Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ?

“….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, samaso tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah batu, tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar, sudah timbul gunung Merapi). Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik basintak turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun).

‘………Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu Atlantis masih exist

menhir

Salah satu Menhir di Mahat

Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur.
Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.
Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut sebagai Taprobane.
Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah.
Itulah kira-kira teori Santos secara sangat ringkas.
Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website Profesor Santos http://atlan.org/ atau membeli bukunya yang disebutkan diatas ke penerbit ‘Amazon.com’

sumber http://www.atlan.org/articles/checklist/

Sabtu, 04 Desember 2010

Sejarah Berdirinya Jogja


Saat pertama kali didirikan oleh Pangeran Mangkubumi pada saat itu, Yogyakarta bernama Ngayogyakarto Hadiningrat. Luas Yogyakarta sekitar 3.186 km persegi, dengan total penduduk 3.226.443 (Statistik Desember 1997). Semula Yogyakarta merupakan bagian dari Kerajaan Mataram namun, mulai 1755 Kerajaan Mataram dibagi menjadi Yogyakarta dan Surakarta(Solo). Keraton Yogyakarta memegang kebudayaan murni di tengah modernisasi selama berabad-abad.

Yogyakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa seperti tarian, lukisan, wayang kulit, musk gamelan, hingga kesenian lainnya. Selain kesenian tradisional ada pula seni kontemporer yang dimajukan oleh ASRI (Akademi Seni Rupa) yang memiliki nilai penting dalam perkembangan seni likus modern di Indonesia, contohnya saja pelukis abstrak Affandi.

Yogyakarta adalah kota yang padat penduduk dan merupakan pintu gerbang untuk mencapai tengah pulau Jawa. Yogyakarta juga dapat ditempuh oleh segala alat transportasi, dari bus, kereta api, dan pesawat.

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (disingkat dengan Jogja), merupakan salah satu dari 34 propinsi di Indonesia. Propinsi ini dibagi menjadi 5 daerah tingkat II, Kotamadia Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Berdasarkan sejarah, sebelum 1755 Surakarta merupakan ibukota Kerajaan Mataram. Setelah perjanjian Gianti (Palihan Nagar) pada 1755, mataram dibagi menjadi 2 kerajaan: Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Mengikuti kebiasaan, Pangeran Mangkubumi, adik Susuhunan Pakubuwono II, dimahkotai sebagai Raja Ngayogyakarto Hadiningrat. Kemudian beliau disebut sebagai Sultan Hamengku Buwono I. Pada tahun 1813, dibawah penjajahan Inggris, pemisahan kerajaan Mataram terjadi untuk ketiga-kalinya. Pangeran Notokusumo, putra dari Hamengku Buwono I, dimahkotai sebagai Pangeran Paku Alam I. Kerajaannya terpisah dari Kasultanan Yogyakarta. Ketika Republik Indonesia berdiri pada 17 Agustus 1945, yang dilambangkan dengan penandatanganan Proklamasi Kemerdekaan, Ngayogyakarto Hadiningrat dan Pakualaman menyatu sebagai salah salah satu propinsi di Indonesia dimana Sri Sultan Hamengku Buwono IX ditunjuk sebagai gubernur dan Sri Paku Alam VIII sebagai wakil gubernurnya.

Propinsi ini juga diakui sebagai tempat menarik untuk para periset, ahli geologi, ahli speleogi dan vulkanologi merujuk pada adanya gua-gua di daerah batuan kapur dan gunung berapi yang aktif. Di selatan kabupaten Gunung Kidul merupakan ujung laut, dimana terdapat beberapa fosil biota laut dalam batuan kapur sebagai buktinya. Untuk para arkeolog, Yogyakarta sangat menarik sebab setidaknya ada 36 candi / situs-situs sejarah disini. Ada beberapa peninggalan peradaban dari abad ke-9.

Yogyakarta memiliki lingkungan yang indah, arsitektur tradisional, kehidupan sosial, dan upacara-upacara ritual membuat Yogyakarta menjadi tempat paling menarik untuk dikunjungi. Sesuai namanya, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memang benar-benar istimewa. Orang-orangnya sangat ramah. Hal ini membentuk kehidupan dan kelakuan mereka.

Keindahan Pulau Wakatobi





Kita punya Dunia Bawah Laut Terindah Di Dunia....

Pulau Sulawesi ternyata menyimpan keindahan yang tiada tara di dunia. Bukan hanya Bunaken yang tersohor itu, tapi sebuah pulau nan indah di Sulawesi Tenggara. Pulau Wakatobi namanya. Keindahan biota lautnya kini menjadi pembicaraan para pencinta diving & snorkling di seluruh dunia. Gimana tidak 750 jenis biota laut termasuk terumbu karang hidup disini. Padahal di seluruh dunia hanya ada 850 jenis biota laut. So tidak ada salahnya liburan nanti menjadwalkan untuk menginap di pulau ini. Jalur terdekat adalah melalui kapal cepat dari Kendari, atau naik pesawat Fokker dari Bali sekitar 1 jam. Sekadar untuk tau tentang pulau ini, silahkan baca artikel dari KENDARI EKSPRES di bawah ini. Dan silahkan menikmati foto foto Pulau Wakatobi dan kekayaan lautnya yang dijepret langsung oleh Karen, fotografer kenamaan dunia, yang sudah berkali kali melancong ke pulau itu.


KENDARI, KEPRES--Keindahan taman nasional bawah laut Wakatobi, rupanya sunguh sangat menakjubkan bagi dunia, karena sebanyak 90 persen spesis karang laut yang ada di dunia ditemukan dibawah laut Wakatobi. Yang artinya dari 850 spesies karang laut yang ada didunia sebanyak 750 spesies ditemukan ditaman bawah laut Wakatobi.

Hal itu terungkap dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam SE dan ekspose yang disampaikan oleh Bupati Wakatobi Ir Hugua dalam cara Louncing lomba foto digital bawah laut Wakatobi tingkat internasional tahun 2008 di Restoran Fajar Kendari (1/3) Sabtu malam yang turut dihadiri Walikota Kendari, Ir Asrun, MEng Sc .

Dilihat dari letaknya Wakatobi berada pada jantung segi tiga karang dunia yang saat ini berstatus taman nasional, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina,Paua New Guiena, Kepulauan Salamon dan Timor Leste. Waktobi masuk dalam kategori tiga pusat penyelaman kelas dunia. Namun dalam upaya meningkatkan jumlah wisatawan untuk datang di taman nasional Waktobi menikmati keindahan panorama alam yang digelari dengan surga bawah laut, yang merupakan potensi wisata yang patut dibanggakan oleh masyarakat Sultra itu, membutuhkan infrastruktur pendukung, seperti bandara yang memadai untuk memudahkan akses para wisatawan tiba di Wakatobi , demikian pula dengan sarana dan prasarana hotel dan restaurant yang bertaraf internasional.


Menurut Hugua, pulau Wakatobi yang diapit oleh dua laut dalam yakni laut Banda dan laut Flores ini menjadi pertemuan dua arus laut dalam tersebut. Menurut ilmu perikanan dan kelautan, akibat pertemuan dua arus laut tersebut, terjadilah perputaran arus dari atas ke permukaan dan sebaliknya dari permukaan ke bawah. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembanga plankton dan terumbu karang menjadi sangat sehat.

Menurutnya, Pulau Wakatobi memiliki potensi laut yang sangat istimewah dibanding pulau-pulau lain di Dunia. Selain memiliki ribuan keanekaragaman spesies terumbu karang, bawah laut Pulau Wakatobi juga memiliki luas pulau karang mencapai 9 ribu hektar atau 1/7 luas areal karang di Pantai Bunaken. "bawah laut Wakatobi memiliki Curing capacity (daya tampung) untuk menyelam, jutaan orang untuk satu kali penyelaman,"tandasnya.

Hugua menilai, lomba foto digital bawah laut ini dipilih sebagai ajang promosi paling murah untuk memperkenalkan wisata laut Wakatobi di mancanegara."Kita gunakan pola-pola pendekatan persahabatan, tentunya kita juga melihat potensi wakatobi itu seperti apa"ujarnya.

Bahkan untuk mengatrol dunia pariwisata di Wakatobi, telah ditandatangani kesepakatan perdagangan pulau karang oleh tiga bupati yakni Bupati Wakatobi yang mewakili kabupaten kepulauan di Sulawesi, Bupati Raja Empat yang mewakili kabupaten di kepulauan Papua, dan Bupati Halmahera Utara yang mewakili kabupaten kepulauan di Maluku Utara.

Saat ini wisata bawah laut Wakatobi mencapai 90 ribu Hektar, dengan begitu luasnya wisata bawah laut Wakatobi, maka akan sangat membuka peluang daerah Wakatobi untuk dapat lebih terkenal dari daerah yang menjadi obyek wisata selama ini.

Dengan begitu luasnya wisata bawah laut Wakatobi, maka kapasitas penyeleman bagi pengunjung yang ingin menikmati indahnya wisata bawah laut, bisa mencapai jutaan orang. Ini berarti potensi, lanjutnya, potensi keindahan bawah laut wakatobi sangat menjanjikan, terutama untuk mengejot peningkatan ekonomi daerah dari sektor pariwisata.

Dijelaskannya, sektor pariwisata Kabupaten Wakatobi kini telah meningkatkan pendapatan asli daerah Wakatobi diatas seratus persen saat ini. Disamping itu, dengan terbentuknya Bandara Wakatobi yang dibangun oleh Pemda Wakatobi, maka omzet pemasukan PAD akan semakin meningkat.

Investasi untuk bandara Wakatobi, tahun pertama 2007 mencapai 20 Miliar, sedang ditahun 2008 ini mencapai antara 30-40 Miliar, sehingga pada pertengahan tahun 2008 ini, maka bandara sebagai bandar udara transit sudah dapat di fungsikan dengan panjang landasan 1.600 meter.

"Sekarang telah tersedia lahan, sehingga tiga tahun mendatang panjang landasan pacu bandara Wakatobi dapat diperpanjang sampai 3000 meter. Sehingga diyakini bandara Wakatobi pada tahun 2009 hingga 2010 keatas telah dapat menjadi bandara transit ke Papua, Maluku, Sorong, Raja Empat dan kembali ke Bunaken Manado," ungkapnya.

Sementara untuk anggaran promosi keluar daerah tentang obyek wisata Wakatobi, Hugua menerangkan saat ini memang PAD Wakatobi masih kurang, untuk anggaran promosi Pemda masih menganggarkan sekitar 300 juta setiap tahunnya, sebab diakuinya bila anggaran promosi seharusnya cukup besar, namun karena PAD masih kurang, maka anggaran promosi masih disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Sehingga untuk mengatasi keterbatasan biaya promosi, pihaknya mengunakan pendekatan persahabatan dengan berbagai instansi, juga banyak melibatkan berbagai pihak yang mendukung program wisata Wakatobi.

Dengan demikian, Pemda Wakatobi dapat lebih terbantu dari banyaknya kerjasama berbagai pihak dan tidak lagi mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk anggaran promosi.

Untuk mendukung, kegiatan pariwisata bawah laut Wakatobi, penerbangan Garuda Indonesia jenis boeing 737 seri 300 akan masuk di bandara Wolter Mogisidi Kendari pada bulan Juni mendatang. Hal itu diungkapkan Andi Ikhsan, Senior Sales Eksekutif Garuda Indonesia Makassar, yang mendapat kesempatan berbicara pada acara tersebut.

Andi Ikhsan menilai potensi pariwisata Sultra cukup bagus sehingga harus didukung dengan transportasi yang memadai pula. "Dalam mendukung promosi Wisata Bawah Laut Wakatobi, yang merupakan wisata bawah laut terindah di dunia, kami juga telah membantu pemerintah daerah Wakatobi melakukan promosi disemua perwakilan penerbangan Garuda Indonesia yang ada di luar negeri," tukas Andi Ikhsan. P2-M9-HUM


Photographer: Ken Knezick - Island Dreams
Location: Wakatobi Resort, Sulawesi, Indonesia

Senin, 22 November 2010

Foto Pre-wedding Tanpa Busana ala Adam & Hawa

Membuat foto-foto mesra menjelang pernikahan (pre-wedding) bertema 'Adam dan Hawa' tengah menjadi tren di China. Tapi, euforia ini justru membuat sejumlah kalangan merasa cemas. Banyak pasangan muda yang nekat membuat foto tanpa busana layaknya Adam dan Hawa.

The Shanghai Wedding Trade Association menganggap foto-foto mesra tanpa busana menjelang pernikahan sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi pernikahan yang agung. Mereka mendesak otoritas pemerintah untuk melarang pembuatan foto pre-wedding semacam itu.

"Kami tidak menganjurkan foto-foto pre-wedding yang keluar dari tradisi konservatif masyarakat China," kata Wakil Presiden The Shanghai Wedding Trade Association, He Lina, kepada Shanghai Daily. "Pernikahan adalah suci, kami harap masyarakat muda menghormatinya."
from : viva news

Seperti di Indonessia, pasangan muda di China biasanya membuat foto-foto pre-wedding beberapa bulan sebelum upacara pernikahan. Belakangan, sejumlah studio foto gencar menawarkan paket 'Adam dan Hawa', yang menampilkan foto-foto mesra tanpa busana.

Pengacara ternama di negara itu, Chunquan Liu, mengatakan, pembuatan foto-foto pre-wedding semacam itu tidak menyalahi aturan hukum. Itu adalah hak pribadi. Hanya, mereka yang sengaja menyebarkan foto itu ke ranah publik terancam hukuman tentang pornografi.

Fakta yang terjadi adalah banyak foto-foto pre-wedding tanpa busana lengkap diunggah ke internet. Inilah yang kemudian memancing kontroversi masyarakat setempat. Sementara mereka yang berpose ala Adam dan Hawa mengatakan, itu semata-mata wujud pengungkapan cinta yang mendalam antarpasangan menjelang pernikahan.

Rabu, 17 November 2010

Desa Wisata Di Lereng Gunung Merapi



Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang adalah salah satu Desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Merapi. Desa yang berketinggian 735-900 mdpl ini adalah salah satu kawasan di lereng barat Merapi yang masih baik kondisi hutannya . Meski hutan-hutan di desa lain di kawasan lereng barat banyak yang rusak karena pertambangan namun desa ini memiliki tekad untuk tetap mempertahankan kondisi hutan yang mereka miliki.

Desa ini termasuk desa yang kecil dengan 11 dusun. Dusun tersebut adalah Sabrang, Kembang, Tanen, Batur Ngisor, batur nduwur, Gemer, Tangkil, Ngandong, Karanganyar, dan Bojong. Meski daerah pedusunan relatif kecil namun hutan yang masuk desa ini cukup luas. Hutan ini merupakan daerah tangkapan air yang penting di Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo, salah satunya adalah Sungai Blongkeng. Sungai Blongkeng memiliki aliran cukup deras dan airnya sangat jernih. Keberadaan hutan yang masih bagus membuat sungai ini selalu mengalir sepanjang tahun.

Pertanian Desa Ngargomulyo

Ketersediaan air yang melimpah sangat mendukung kegiatan pertanian di desa ini. Dengan jumlah penduduk sekitar 2.381 jiwa, hampir 90% nya adalah petani. Pertanian yang di kembangkan di daerah ini adalah persawahan basah dengan komoditas utama tanaman padi. Disamping menanam padi mereka juga mengembangkan tanaman tegalan dengan jenis sayuran cabe, kubis, sawi, buncis, dan lain-lain. Sebagian petani ini masih mempertahankan pola pertanaian tradisional dengan sistem pertanian organik.

Ciri masyarakat petani di desa ini cukup kental. Masyarakat bahu-membahu baik tua maupun muda turun ke sawah. Selain bertani, mereka juga beternak sapi. Hiruk-pikuk masyarakat berangkat mencari rumput maupun ke sawah sangat tampak setiap pagi menjelang.

Selain pertanian kerajinan di desa ini cukup menonjol. Kerajinan anyaman bambu di desa ini sudah menjadi ativitas yang turun-temurun. Ketersediaan bambu yang cukup melimpah menyebabkan pengrajin anyaman bambu sangat mudah mencari bahan baku. Di Dusun Sabrang dan Tanen hampir tiap keluarga, para ibu rumah tangga setiap hari punya kebiasaan menganyam bambu. Hasil kerajinan ini antara lain Kepang, Besek,Tepas, pyan dan pagar.

Hubungan Masyarakat dengan Alamnya

Kehidupan masyarakat memiliki hubungan yang dekat dengan alamnya. Masyarakat sangat sadar akan peran hutan Merapi bagi ketersediaan air yang mengalir di desanya. Setiap hari mereka masuk kawasan hutan untuk mencari kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. Di bawah tegakan hutan pinus tersedia rumput pakan ternak yang cukup melimpah. Secara umum Hutan di daerah merapi dibagi menjadi 3 macam :

1.Hutan alam berisi tumbuhan asli pegunungan seperti dadap duri (Erythrina lithosperma), Puspa (Schima wallichii), Ki kepas (Engelhardtia spicata), Kinah (Chinchona sucirubra), dan lain-lain.
2. Hutan Pinus, adalah hutan bekas Perhutani yang di produksi getahnya.
3. Hutan rakyat milik masyarakat yang ditanami pohon-pohon rakyat seperti sengon, bambu, waru, nangka, kopi kaliandra dan lain-lain.

Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat

Masyarakat Ngargomulyo yang sederhana masih memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Budaya sambatan(gotong-royong) adalah salah satunya. Ketika sebuah keluarga membangun rumah maka para tetangga secara sukarela turut membantu.

Ngargomulyo juga kaya akan kesenian daerah. Kesenian yang telah mengakar antara lain Jantilan, Reog, Karawitan, Jaelantur, Angguk, Cakar lele, kuda lumping, topeng ireng dan lain-lain. Bagi mereka kesenian adalah sebuah kebutuhan ekspresi mereka yang tidak ternilai oleh uang semata.

http://kanopi-indonesia.org

Sampai Kapan Merapi Meletus?



JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menetapkan kawasan aman bencana Gunung Merapi pada radius 20 Km. Sebelumnya, berada pada radius 15 Km dari Puncak Merapi.

Perluasan zona aman ini menyusul letusan hebat pada Jumat lalu yang telah menewaskan 88
orang di radius aman 12-15 Km dari puncak Merapi. Sampai saat ini Merapi masih bergejolak dengan memuntahkan guguran lava pijar, abu dan awan panas, serta kerikil. Menjadi pertanyaannya adalah sampai kapan Merapi meletus?

Sejauh ini belum bisa diketahui seberapa banyak supply magma baru. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, energi letusan Merapi salah satunya dipasok dari kantung magma di daerah Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Berdasarkan data seismograf di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, aktivitas Merapi masih tinggi. Tremor, awan panas, dan guguran lava pijar terjadi terus-menerus. Sejak meletus Rabu pekan lalu, gunung bertipe strato tersebut sudah meletus lebih dari 96 kali selama 4 hari tanpa henti.

Menurut Surono, aktivitas Gunung Merapi tanggal 7 November 2010 pukul 06.00 sampai 12.00 WIB stabil tinggi. Selama enam jam terjadi kegempaan vulkanik sebanyak 31 kali,sedangkan tremor,guguran, dan awan panas terjadi secara beruntun tiada henti. “Berdasarkan data-data tersebut, Merapi masih berbahaya. Wilayah yang aman tetap berada di luar 20 Km dari puncak Merapi,” ungkapnya.

Perkembangan jarak luncur wedhus gembel ini sempat membuat panik warga. Bahkan saat ini gelombang pengungsian sudah masuk ke jarak yang lebih jauh antara 60-70 Km dari puncak Merapi. Warga lereng Merapi menyingkir lantaran trauma luncuran wedhus gembel yang telah mencapai radius 12 Km.

Terlebih beredar isu berantai awan panas Merapi bakal mencapai radius 65 Km pada hari ini yang bertepatan dengan 1 Kliwon penanggalan Jawa. Apakah isu ini benar-benar akan terjadi?

Terkait masalah ini, Kepala Badan Geologi ESDM Sukhyar menyatakan pihaknya tidak akan memperluas zona aman yang saat ini dalam radius 20 km. Alasannya, berdasarkan catatan sejarah selama ini.

"Bukti empiris Merapi adalah belum pernah mengeluarkan awan panas lebih dari 15 Km. Pada letusan dahsyat tanggal 4 dan 5 November awan panas maksimal meluncur sejauh 12 Km. Awan panas sejauh 12 Km itu juga merupakan yang terpanjang, bahkan pada letusan Merapi 1872 awan panas juga tidak sepanjang itu,” paparnya.

Apakah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat aman dari wedhus gember? Kalau melihat catatan tersebut, mungkin masih aman karena berjarak 28-30 Km dari puncak Merapi. Data BPPTK juga memperlihatkan adanya penurunan kekuatan aktivitas Merapi dari hari sebelumnya. Kendadi demikian, tidak ada yang bisa memastikan ke depan Merapi akan memulai masa tidurnya atau justru mengalami erupsi yang lebih dahsyat dengan dampak yang lebih besar dan luas.

Sekadar diketahui, pada letusan hebat tahun 1872, Merapi mengeluarkan erupsi tidak terputus selama 120 jam. Bila letusan Merapi kali ini tanpa jeda melebihi 120 jam, berarti letusan kali ini terbesar sejak 138 tahun silam. Letusan Merapi juga tercatat pernah mengubur kerajaan kuno Mataram dan candi-candi di sekitar lereng gunung itu. Tentunya, semua berharap Merapi segera mereda dan tidak memakan banyak korban jiwa lagi.(ram)